WHO: Nama Flu Babi Diganti Jadi Influenza A (H1N1)


Dirjen WHO Margaret Chan, di Jenewa, saat jumpa pers mengenai influenza A (H1N1).

WHO mengubah sebutan flu babi menjadi influenza A (H1N1) karena desakan industri daging dan pemerintah negara-negara yang khawatir perdagangan komoditas dagingnya.

Persiapan di seluruh dunia ditingkatkan, sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan siaga lima terhadap kemungkinan pandemi flu babi yang kini disebut influenza A H1N1.

Pemimpin WHO Margaret Chan menyerukan, “Semua negara sebaiknya segera mengaktifkan sistem tanda bahaya nasional guna menghadapi pandemi. Negara-negara harus berada dalam tingkat kesiagaan yang tinggi, jika terjadi wabah penyakit semacam influenza yang tidak biasa dan radang paru-paru yang parah. Dalam taraf ini, tindakan efektif dan penting termasuk pengawasan ketat, deteksi dini, dan penanganan kasus serta kontrol infeksi di seluruh fasilitas kesehatan.”

Masyarakat dunia tengah berjuang menghadapi virus influenza A jenis baru, H1N1. Saat ini WHO tengah berupaya membuat bahan vaksinnya, namun enurut juru bicara WHO Gregory Hartl dapat memakan waktu lama.

“Hingga kita mendapatkan bahan vaksinnya, itu akan berlangsung empat hingga enam bulan. Kami punya empat laboratorium di Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada yang sedang bekerja keras,” ujar Hartl.

Dirjen WHO Margaret Chan, di Jenewa, saat jumpa pers mengenai influenza A (H1N1). Bildunterschrift: Dirjen WHO Margaret Chan, di Jenewa, saat jumpa pers mengenai influenza A (H1N1).

Organisasi Kesehatan Dunia WHO juga menyatakan bahwa jenis baru flu babi itu tidak lagi disebut sebagai flu babi, karena penyebaran virusnya tidak lagi dari babi ke manusia, melainkan antarmanusia. Meski banyak negara yang menghentikan sementara impor daging babi dari negara-negara yang terinfeksi influenza A H1N1, WHO bersikeras bahwa mengkonsumsi daging babi yang dimasak dengan baik, tidak akan berbahaya bagi kesehatan.

Kamis kemarin (30/04), para menteri kesehatan Uni Eropa bertemu guna menentukan tindakan bersama menghadapi kemungkinan wabah internasional influenza A H1N1. Para menteri kesehatan Uni Eropa sepakat untuk menolak larangan bepergian ke Meksiko karena tidak efektif mencegah penyebaran influenza A H1N1 itu.

Warga mengenakan masker di Toluca, Meksiko. Bildunterschrift: Warga mengenakan masker di Toluca, Meksiko.

Sementara itu Meksiko menyerukan agar dalam lima hari ke depan warga sebaiknya tetap tinggal di rumah. Presiden Meksiko Felipe Calderon menyatakan, “Rekan-rekan senegaraku, saya meminta Anda semua, tanpa kecuali, untuk tetap tinggal bersama keluarga di hari-hari libur ini, dari tanggal 1 hingga 5 Mei. Karena tidak ada tempat yang lebih aman dari penyebaran penyakit flu ini, selain rumah masing-masing.”

Di Meksiko, tanggal 1 Mei ini merupakan hari libur nasional memperingati hari buruh internasional. Sabtu, 2 Mei, dan Senin, 4 Mei, warga diimbau untuk tidak keluar rumah, jika tidak perlu. Selasa 5 Mei juga hari libur nasional, memperingati kemenangan milisi Meksiko melawan militer Perancis dalam Perang Puebla tahun 1862.

Menteri Kesehatan Meksiko Jose Cordova menjelaskan imbauan terhadap warganya, “Ini menyangkut semua aktivitas di sektor privat dan publik yang dapat dihindari, supaya virus ini dijauhkan dari masyarakat. Ini tindakan pencegahan yang penting, seperti penutupan sementara sekolah-sekolah, guna mencegah penyebaran dan menghentikan epidemi. Tentu saja ada kegiatan yang tidak dapat dihentikan seperti di bidang kesehatan, keamanan, perbankan, dan transportasi publik. Pasar swalayan dan pasar tradisional tetap buka, supaya penyediaan bahan pangan tetap terjamin.”

Jurnal ilmiah British Medical Journal, Kamis kemarin (30/04) mengeluarkan imbauan mengenai metode efektif pencegahan penyebaran influenza A H1N1. Jangan mengorek hidung. Cucilah tangan, keluarkan ingus hanya dengan kertas tisu, dan buang bekasnya langsung ke tempat sampah. Selain itu warga diimbau untuk membersihkan kenop pintu, meja, dan tombol lift sebelum digunakan. Hindari jabat tangan atau berciuman. Jauhi tempat-tempat ramai, dan jika terkena flu, sebaiknya tetap tinggal di rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s