Hindari Salah Makan Saat Sahur!

Diare, kembung, dan rasa perih pada lambung kerap dirasakan oleh setiap orang berpuasa karena keteledoran mengkonsumsi makanan saat sahur. Padahal, pilihan makanan pada sahur saat berpengaruh pada aktivitas dan metabolisme tubuh selama puasa.

“Sekitar 50 persen orang batal puasa karena diare, penyebabnya karena makanan yang mereka makan saat sahur, ” kata pakar kesehatan pencernaan dari FKUI RSCM, Dr. Ari Fahrial Syam, Sp PD-KGEH, MMB.

Oleh sebab itu, Ari menekankan pentingnya memerhatikan jenis dan kualitas asupan makanan di saat sahur. Ari pun memberikan beberapa tip yang dapat dijadikan panduan agar kesehatan pencernaan tetap prima selama menjalankan ibadah puasa.

Hal pertama yang perlu diperhatikan, kata Ari, adalah kualitas makanan saat sahur. “Makanan itu fresh atau tidak? Jangan makan hidangan malam yang kemudian dipanaskan lagi pagi harinya karena kualitas makanannya jadi tidak fresh, ” kata Ari

Namun Ari menambahkan, “Saat sahur boleh mengkonsumsi hidangan malam yang dipanaskan, asal makanan itu dibuat pada malam hari, bukan pada siang harinya. Sehingga makanan bukan makanan yang dipanaskan dua kali, dan kualitas makanannya tetap terjaga, ” ujarnya.

Yang kedua adalah pilihan jenis makanan. “Sebaiknya saat sahur jangan makan makanan yang mengandung lemak. Karena makanan berlemak membuat proses pencernaannya panjang,” kata Dr. Ari

Dr. Ari juga menyebutkan sangat tidak dianjurkan untuk menyantap makanan berkadar lemak tinggi saat sahur kemudian diakhiri dengan tidur.

“Kalau langsung tidur makanannya bisa berbalik arah (refluks) sehingga sulit dicerna. Berbeda dengan saat kita berdiri atau duduk, makanan akan turun ke bawah. Sementara kalau tidur arah makanan sesuai gravitasi. Artinya saat tidur, posisi badan kan telentang, makanan bisa-bisa naik ke kerongkongan, ” terang Ari.

Ketiga, batasi minuman teh dan kopi. “Kalau minum kopi bisa menyebabkan buang air kecil jadi terus-terusan (diuresis). Sementara kita akan berpuasa selama 12 jam ke depan, ” kata Dr. Ari

Meskipun begitu, Dr. Ari menyatakan mengkonsumsi kopi baik untuk memperlancar buang air besar. Dan buang air besar di pagi hari, saat sahur sangat diperlukan untuk mencegah kembung.

“Tapi sebaiknya, konsumsi kopi dilakukan saat berbuka, bukan saat makan sahur. Untuk memperlancar buang air besar saat sahur, dapat diganti dengan mengkonsumsi buah dan sayur, ” kata Ari.

Sementara untuk teh, Ari menyatakan minum teh manis saat sahur oleh saja dilakukan, tetapi sebaiknya jangan kental karena dapat menyebabkan diuresis. “Apabila tetap ingin meminumnya, bisa meminum secangkir kecil saja,” tegasnya.

Selain itu, Ari menganjurkan agar setiap orang yang berpuasa untuk meminum susu. Minuman ini sangat penting dikonsumsi saat sahur karena mengandung lemak dan kalsium untuk penambah tenaga.

“Boleh susu full cream atau low fat. Sebaiknya, jumlah takaran susu disesuaikan dengan jumlah kalori yang masuk. Apabila komposisi makanan kita saat sahur hanya terdiri dari tahu, tempe atau telur kita bisa mengkonsusmsi susu sebanyak 200 cc. Tapi jika makanan sahur sudah mengandung banyak kalori sebaiknya mengkonsumsi 100 cc saja, ” tandas Ari.

SUMBER : KOMPAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s