Suplemen yang Membantu Memerangi Stres

Stres telah menjadi bagian dari kehidupan setiap orang. Sumber stres bisa berasal dari keluarga, lingkungan sosial, hingga pekerjaan. Tingkat stres pada setiap orang umumnya berbeda-beda, bergantung dari seberapa besar masalah yang dihadapi. Beberapa orang biasanya bisa mengatasi masalah ini dengan cepat.

Jika Anda bisa menemukan sejumlah cara yang lebih mudah untuk melindungi diri dari stres, mengapa tidak dilakukan. Beberapa suplemen diketahui bisa mengurangi stres dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ada banyak suplemen di pasar saat ini yang membantu Anda memperkuat sistem kekebalan tubuh dan pada gilirannya membantu tubuh Anda melawan efek berbahaya dari stres.

1. Vitamin C

* Manfaat: Selama stres, tingkat kortisol sangat tinggi. Vitamin C membantu mengatur kadar tinggi kortisol. Vitamin C juga sebagai regenerator jaringan ikat dan fungsinya membantu sistem kekebalan tubuh.

* Studi: Sebuah penelitian secara acak telah dilakukan dengan melibatkan pelari maraton yang diberi 500 mg vitamin C per hari, 1.500 mg vitamin C per hari, atau plasebo selama 7 hari sebelum, sesaat, 2 hari setelah lomba. Setelah itu, tingkat kortisol diperiksa. Para peneliti menemukan, mereka yang mengonsumsi 1.500 mg vitamin C memiliki tingkat kortisol secara signifikan lebih rendah dibandingkan mereka yang mengambil 500 mg vitamin C dan plasebo.

Dalam studi lain, tingkat kortisol diperiksa setelah relawan melakukan trier social stress test (ini adalah tes psikologis wawancara yang diikuti oleh sebuah relawan dalam tantangan aritmatika mental). Dari 120 relawan yang berpartisipasi dalam penelitian ini, beberapa diberikan 3.000 mg vitamin C dan beberapa diberi plasebo. Tidak mengherankan, para relawan yang diberi 3.000 mg vitamin C memiliki kadar kortisol lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Psychopharmacology.

2. Asam Lemak Omega 3

* Manfaat: Asaam lemak omega 3 banyak terkandung dalam minyak ikan. Omega 3 memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya untuk mengatasi stres, masalah kesehatan tulang, dan masalah kesehatan jantung. Omega 3 membantu individu mengatasi stres psikologis dengan menurunkan kadar kortisol. Selain itu, dalam beberapa penelitian lainnya, omega 3 bermanfaat mencegah atau memperbaiki penyakit alzheimer, agresi, depresi, gangguan bipolar, kehilangan memori, dan kesulitan belajar.

* Studi: Satu studi yang didanai US National Institutes of Health menemukan adanya hubungan antara konsumsi omega 3 yang rendah dengan kejadian agresi, depresi, dan kemarahan. Ada dua jenis asam lemak omega 3 yakni EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic) yang hanya ditemukan pada ikan dan organisme laut. Penelitian menunjukkan, dosis lebih rendah dari kedua jenis omega 3 tersebut erat kaitannya dengan kemarahan, depresi, dan agresi.

* Rekomendasi dosis: 1-4 g per hari

3. Lycopene

* Manfaat: Lycopene merupakan pigmen berwarna merah yang terkandung pada tomat, wortel, semangka, dan pepaya. Studi mendukung klaim yang menyatakan bahwa semakin sering mengonsumsi tomat, akan semakin mengurangi risiko Anda terkena kanker. Lycopene memiliki sifat antioksidan yang tinggi yang menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh. Selain menurunkan stres fisiologis, antioksidan pada lycopene terbukti efektif dalam pencegahan dan penyembuhan diabetes, penyakit jantung, dan osteoporosis. Lycopen juga membantu dalam mengatasi masalah kesuburan pada pria.

* Studi: Lycopene mengandung antioksidan yang tinggi dan membuatnya 100 kali lebih efisien daripada vitamin E ketika dilakukan studi tabung uji oksigen singlet.

* Dosis rekomendasi: Belum diketahui secara pasti berapa dosis maksimumnya, tetapi umumnya berkisar 4-8 mg per hari.

4. Coenzyme Q10

* Manfaat: Tambahan suplemen coenzym Q10 akan meningkatkan kemampuan Anda memerangi kelelahan yang terkait dengan stres dengan mengisi cadangan energi. Selain itu, suplemen coenzym Q10 telah terbukti mempunyai banyak manfaat kesehatan seperti mengatasi migrain, tekanan darah, penyakit periodontal, cedera radiasi, serangan jantung, parkinson, belum lagi perannya dalam meningkatkan umur hidup seseorang.

* Studi: Dr Ray Sahel, MD, menulis tentang pengalamannya selama menggunakan coenzyme Q10. Dia mengatakan, hanya mendapatkan efek peningkatan energi sedikit lebih tinggi saat mengasup 30 mg coenzyme Q10. Namun, ketika mengambil 60 mg, ia mulai melihat peningkatan signifikan pada tingkat energi dan dia mampu menjadi lebih aktif secara fisik. Dia juga berpendapat bahwa mengambil lebih dari 30 mg coenzyme Q10 hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis.

* Rekomendasi dosis: 60-100 mg per hari.

SUMBER : HEALTH KOMPAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s