Antara Materi dan Energi dan Ruh

Nyawa yang melayang Di tahun enam-puluhan, banyak anak-anak remaja di Indonesia suka membaca buku komik PerangBharatayuda oleh RA Kosasih. Di buku komik tersebut digambarkanketika seorang prajurit Korawa terkena anak panah oleh Prajurit Pandawa, disebutkan nyawanya telah melayang. Leluhur kita meyakini bahwa setelah meninggaldunia, nyawa tidak musnah, tetapi‘melayang’. Leluhur kita juga mengatakan bahwa kita hidup di ‘mayapada’. Kehidupan itu maya, ilusi bukan sejati. Masih relevankah pernyataan para leluhur kita tersebut pada masa kini? Pandangan Einstein Kepada para murid SMA sudah diberikan rumus Einstein: E=MC2 dimana E adalah energi, M adalah massa materi dan C adalah konstanta kecepatan cahaya. Semua materi dalam fungsi kecepatan cahaya tertentu adalah energi. Pada pelajaran biologi disebutkan karbohidrat (materi) ditambah oksigen (materi) dengan sebuah proses di dalam tubuh diubah menjadi energi dan air (materi). Ada hubungan antara materi dan energi yang dikenal sebagai hukum kekekalan energi. Bila sebuah benda atau materi dipecah terus-menerus maka partikel materi terkecil adalah atom, dengan satu buah inti dan elektron yang berputar mengelilinginya. Namun penemuan terbaru tentang mikroskop nuklir memberikan hasil bahwa partikel terkecil yang sudah tidak bisa dipecah lagi adalah sebuah vibrasi energi. Partikel energi ini disebut dengan kuanta. Jadi di level kuantum, semua benda adalah sama. Penyusunnya sama yakni kuanta, butiran-butiran vibrasi energi. Tidak ada yang membedakan antara telapak tangan kita dengan tanaman, mobil ataupun lantai. Semuanya sama di level kuantum. Tidak salah kalau para leluhur kitamengatakan dunia ini sebagai ‘mayapada’, dunia ini sebenarnya hanya maya, ilusi. Ketika tidur lelap, dunia ini tidak ada. Otaklah yang menyadari adanya perbedaan. Ketika nyawa melayang maka otak juga sudah tidak bekerja lagi. Sebuah paket energi dilihat oleh retina. Retina mengirim sinyal listrik ke otak. Otaklah yang menginterpretasikan paket energiitu adalah suatu benda. Bunyi jugaterbentuk saat gelombang-gelombang energi menyentuh telinga, kemudian diteruskan ke otak dan diintepretasikan sebagaibunyi tertentu oleh otak. Manusiamenjalani kehidupan dalam otak. Orang yang kita lihat, rasa basahnya air, harumnya bunga, semuanya terbentuk dalam otak kita. Padahal satu-satunya yang ada dalam otak kita adalah sinyal listrik. Ini adalah fakta yang menakjubkan bahwa otak yang berupa daging basah dapat memilah sinyal listrik mana yang mesti diinterpretasikan sebagai penglihatan, sinyal listrik mana sebagai pendengaran dan dan mengkonversikan material yang sama dengan berbagai penginderaan dan perasaan. Selanjutnya, semua unsur alami: tanah, air, api, udara dan ruang adalah energi dengan kerapatan yang berbeda. Pada hakikatnya semuanya adalah energi dan YangMaha Kuasa adalah Energi Agung. Perkembangan selanjutnya adalahbahwa tidak hanya benda, tetapi pikiran pun adalah energi. Pikiran adalah energi yang terpancar melalui gelombang otak. Berdasarkan penemuan-penemuandalam Fisika Kuantum terebut, semua bentuk materi dan energi tertarik pada apapun yang memiliki sifat getaran yang sama. Dengan menerapkan prinsip ‘Law of Attraction’, gaya tarik menarik, seseorang bisa menarik segala sesuatu dengan fokus terus menerus, baik secara sadaratau tidak sadar. Buku dan film best seller “the Secret”, menjelaskan langkah-langkah untuk mewudkan cita-cita yaitu: pertama meminta, kedua percaya dan ketiga menerima. Pandangan Bhagavad Gita tentang ruh Dalam Bhagavad Gita Bab2 teks 17, disebutkan: “That which pervades the entire body you should know to be indestructible. No one is able to destroy that imperishable soul”……….. “Yang tersebar pada seluruh tubuh tidak dapat dimusnahkan. Tidak ada seorang pun yang dapat menghancurkan ruh yang tak termusnahkan”. Teks ini menjelaskan sifat alami ruh yang tersebar dalam seluruh tubuh. Setiap orang mempunyai kesadaran untuk merasakan sakitatau senang dari setiap bagian tubuh. Menurut ‘Svetasvatara Upanishad’ ruh ini besarnya satu per sepuluh-ribu bagian atas rambut. Sehingga partikel dari ruh(‘particle of spirit soul’) lebih kecil daripada partikel atom materi. Jiwa ruh ini dapat dirasakan padaseluruh tubuh sebagai kesadaran. Dapat dipahami, materi tubuh tanpa kesadaran adalah benda yang mati. Dalam ‘Mundaka Upanishad’ atom ruh dijelaskan lebih rinci: ruh yangberukuran atom dapat dirasakan oleh kecerdasan sempurna. Atom ruh ini melayang dalam 5 macam udara (‘prana’, ‘apana’,’vyana’, ‘samana’ dan ‘udana’). ‘Prana vata’ bertanggung jawab untuk semua fungsi yang sangat pentingdi tubuh jantung, pernafasan. ‘Udana vata’ berhubungan dengankegiatan berbicara. ‘Udana’ berarti arah ke atas. ‘Vyana vata’ bertugas mengendalikan pergerakan tubuh. Misalnya gerakan yang mengakibatkan aliran keringat, darah, dan lain-lain. ‘Samana Vata’ berhubungan dengan tugas pencernaan. ‘Apana Vata’ berhubungan dengan pergerakan sebagian besar kebawah, seperti pengeluaran feces dan air kencing. Atom ruh ini terletak di jantung dan mempengaruhi seluruh tubuh kehidupan. Ketika ruh dimurnikan dari kontaminasi 5 macam udara tersebut, maka pengaruhnya akan nampak jelas. Bahwa para leluhur mengatakan pada waktu meninggal dunia, nyawa melayang juga mempunyai dasar. Demikianlah pemahaman diri kami pada saat ini mengenai materi, energi dan ruh. Terima kasih Guru,semoga Guru sudi memandu agar pikiran kami dapat sinkron pada gelombang pikiran jernih Guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s